Monday, 28 May 2012

Persoalan

ya Tuhan,
aku memohon kekuatan,
mencari jawapan kepada sebuah persoalan
yang terlalu lama menghimpit dan mengenggam perasaan
dan terlalu diri ini bimbang
jika suatu saat aku hanyut tanpa sedar
mencari dan terus mencari
sehingga tidak bertemu jawapan

ya Tuhan
aku cuma insan dan hamba yang lemah
tiada daya aku melangkaui apa jua
yang telah Engkau takdirkan di Luh Mahfuz sana
sungguh diri ini hanya mampu berusaha, bertawakal dan berdoa
moga apa jua ketentuan dan takdirnya
hati ini dapat menerima dan redha dengan penuh bahagia

Sungguh
jangan Kau biarkan aku keseorangan
dilambung ombak dan dihanyut ujian
sungguh aku perlukan bimbingan
juga kekuatan yang didasari iman
kerana aku cuma insan yang penuh pengharapan
kepada-Mu, untuk terus melangkah
dan melangkah mencari makna sebenar
dan erti kehidupan.
menjadi abid dan khalifah di bumi ciptaan Tuhan.



~apa jua yang telah Engkau takdirkan untuk diri ini, sungguh itulah yang terbaik. Bantulah dan bimbinglah diri ini agar terus redha dengan apa jua ketentuan disebalik usaha yang mampu diberikan. Kuatkan, kuatkan keteguhan iman. Amin, ya Rabb.

Sunday, 27 May 2012

a star trip

a long queue of people at the planeterium this morning

As salam to dear readers. I am just all of sudden interested to write about my short-sweet-windy trip all the way to the Carter Observatory at the top of Botanical Garden Wellington, about a few hours ago. Decided to went there because it was the Wellington Open Day, where all the tourists' places price will be reduced to one/ two dollars (it's a gold coin donation) and despite the windy and cold weather, it might as well be a good idea to go there, cause the usual price is 18 dollars. Pheww. Heh, well, ignore the title, I wasn't going to go on a space ship or whatsoever, it's just sounded nice, and thrilling, like 'Star Trek'. Ah, sorry :p anyways, I wasn't surprised with all the so-amazing-modern-sophisticated applications that they have at the gallery, but it was more than that. The fact that I learned so much more about Allah's beautiful, beautiful creations, the planets, the Sun, the stars, the Earth. Every single thing that are all above us, circulating and rotating in it's order, each second and so wonderfully arranged, all because of Allah is the Greatest Creator of all. 

In As-Saffat the 37th Surah from verses 5 to 9, Allah mentioned :


"Lord of the heavens and the earth and all that is between them - and the Lord of the sun’s rising points.
We have indeed adorned the lowest heaven with stars as ornaments.
And to protect it from every rebellious devil. They cannot listen to the speech of those on higher elevations and they are targeted from every side.To make them flee, and for them is a never-ending punishment."

the popular seven stars called Matariki by New Zealanders. Subhanallah.

So from these beautiful verses, we can learn that Allah has never created something without a purpose. Even the stars, the Sun, the sky, and these fingers typing are all have their own purposes and obey to the order of nature, which Allah has arranged so beautifully according to His wisdom. Indeed we could not say that we did not like a thing, just because of its imperfect conditions, or its undesirable effect, because Allah has created everything with their own functions and benefits. In fact, we are the one who will never be able to figure out all the hidden secrets behind all of His creations. and therefore, stop complaining about imperfections either on things or people in our life, because their presence are a test to see our Iman, our faith, whether we are truly blessed with everything that we already have or do we keep wishing for something more, and never ending. 

In a hadith, narrated by Ibn 'Abbas:

I heard the Prophet saying, "If the son of Adam (the human being) had two valley of money, he would wish for a third, for nothing can fill the belly of Adam's son except dust, and Allah forgives him who repents to Him." 


Everything that we have, every person that we meet, every single thing that happened in this life, are there because of Allah's will. He is the One who decides what is the best for us and thus, as His servants, we should always learn to be grateful and accepting. Teach our hearts to thank everything we have, to stop wishing for something we don't have. Teach our hearts to give instead of receive. Teach our hearts to be satisfied instead of .........It's human nature that we always wanting more, more and more, though we already know that in the end we ain't gonna bring anything back to our grave. Nothing.

In a Hadith, The Prophet s.a.w. said narrated by Anas bin Malik:

Allah's Apostle said, "The son of Adam (i.e. man) grows old and so also two (desires) grow old with him, i.e., love for wealth and (a wish for) a long life."

There, it is clearly said to us. Human will never be satisfied. But we as Muslims, we are taught to be grateful, to be satisfied and accepting. Because with great patience and Iman in our hearts, we will never feel dissatisfy, because we know in the end, everything is going to be returned to Allah. And all that we have in this life are just a 'loan', yes, a 'loan' for us to invest wisely, to benefit from them as our 'shares', where all will be counted in the Hereafter. Allah, indeed will ask, what did we do with every single blessings that He gave to us one day. Was it used for good or otherwise? Was it used for Islam or not? Was it used to benefit others or otherwise? We know this and yet, what are the preparations that we have made to answer these questions?

So, dear brothers and sisters, let us learn to accept. Let us learn to be satisfied. Let us learn to be grateful with what Allah has given us. There were too many, and impossible for us to even recall what we have received from Allah since the day we were born to this world until now. Therefore, it is still not too late to keep working harder to gain Allah's blessing in this life, to gain His mercy in whatever we do, to gain His love in whatever we try to contribute. With only one condition, that is our main intention, is we do anything to seek for Allah's blessing, nothing more or less. Don't stop, time is waiting for you to make use of it wisely. Now, at this very moment, is the time to change. Because we are not promised that we'll live the next minute to repent, right?

Narrated by Mujahid, The Prophet said: 

'Abdullah bin 'Umar said, "Allah's Apostle took hold of my shoulder and said, 'Be in this world as if you were a stranger or a traveler." The sub-narrator added: Ibn 'Umar used to say, "If you survive till the evening, do not expect to be alive in the morning, and if you survive till the morning, do not expect to be alive in the evening, and take from your health for your sickness, and (take) from your life for your death."

~written somewhere around The Terrace, Wellington, 16:09 pm, with the presence of beloved sisters. May Allah bless each and every one of us. 

Wallahu'alam.





Sunday, 20 May 2012

refleksi


rindunya pada blog usang ini. maaf kerana terlalu lama menghilang, hakikatnya dunia itu perlu dikejar, namun berpada-padalah kerana dunia dikejar kerana akhirat nanti, bukan kerana memuaskan hati sendiri. hari ini aku masih lagi mencuba refleksi, pada satu sisi kehidupan yang banyak orang mengetahuinya, namun tidak ramai yang cuba menghayati makna sebenar perkataan ini. Islam.

hakikat islam itu seperti sebuah pantulan atau refleksi. Sekuat mana cahaya terang sang mentari pada cermin, sekuat itulah seharusnya perbuatan dan perkataan serta semua tingkah laku kita menggambarkan Islam yang sebenar. Islam yang benar tidak mengajar kita berkata buruk atau keji, Islam sebenar mengajar kita untuk berhikmah dalam setiap kata, kerana perkataan itu refleksi diri. Islam sebenar tidak mengajar kita untuk leka dan lalai dalam kehidupan dunia, namun Islam sebenar mengajar kita apa erti menjadi seorang hamba, hamba kepada Yang Maha Esa. dan kerana sesungguhnya hamba itu tidak punya hak untuk mempersoal apa jua ketetapan Maha Pencipta, apatah lagi menyalah guna untuk kepentingan diri, berhibur dan bersuka ria. 

atas alasan apa juga kita cintakan dunia, ia tidak akan mampu membela kita di akhirat sana. kerana dunia ini cuma persinggahan sementara, semuanya bakal hilang dari pandangan mata, saat malaikat maut menjemput tiba. wahai saudara seagama yang aku kasihi, nyatanya manusia itu mudah tertipu dan terpedaya, dengan hakikat dunia yang dihias indah pelbagai rupa, tetapi kitalah, yang telah diberi amanah oleh Allah untuk menjaga agama-Nya. Menjadi seorang hamba.

Tiada lagi yang mampu menjaga kita sebagaimana Allah telah menjaga kita dari saat roh ditiupkan kepada jasad dalam kandungan seorang manusia, tiada lagi yang mampu memberi rezeki kepada kita saat ini sehingga tiba masa kita meninggalkan dunia yang fana. Tiada siapa tahu, apakah takdir yang sudah tertulis untuk kita? mengapa kita masih sanggup melupakan-Nya? mengapa kita masih lalai dalam berdoa? mengapa kita melupakan ajaran kitab-Nya? mengapa kita masih tewas kepada hawa nafsu yang menggoda? mengapa kita masih memilih hukum mana yang mahu diamalkan, dan hukum mana yang telah kita pandang ringan tanpa sengaja? Mengapa dan mengapa?

surat Ibrahim ayat ke-52, Allah menyatakan, "(Al Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Ilah Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran."

Kita boleh bertanya beribu, malah jutaan soalan pada diri. Namun, disebalik soalan-soalan ini, adakah kita sudah cukup berusaha mencari jawapannya dan beramal dengannya? Berapa banyak masa yang telah kita korbankan untuk berfikir dan menyumbang kepada agama-Nya? berapa banyak tenaga yang kita telah sumbangkan untuk beribadat dan mencari redha-Nya? berapa? dan cuba kita bandingkan dengan nikmat yang kita peroleh sehari-hari? soalan yang sama. Mengapa dan mengapa?

maaf, bukan niat saya untuk membuat anda serabut kepala kerana soalan-soalan ini. Kerana apa yang saya cuba ceritakan adalah kepentingan untuk kita sentiasa cuba merefleksi, bermuhasabah diri. apakah imej diri dan yang telah kita pantulkan selama ini? Jika cukup baik, bersyukurlah kerana itu semua atas izin-Nya. Jika masih kurang dan perlu diperbaiki, maka berusahalah. Kerana kita tidak mahu menjadi fitnah kepada agama. Jangan kerana pantulan diri kita yang tidak mengamalkan Islam yang sebenar, seluruh umat ini dipersalah dan dihina. Nau'zubillah.

'Namun realitinya, tidak ramai yang memahami. Apa maksud refleksi. Ya, bukan cuma refleksi tetapi diikuti dengan tindakan-tindakan yang boleh mendekatkan kita kepada Ilahi. Perbaikilah diri.'

"Segala puji bagi Allah, dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan." (QS. An-Naml: 93)




Thursday, 3 May 2012

tangga kedua





"Tidak salah memikirkan tentang cinta, asalkan diri selalu berusaha untuk ikhlas menagih cinta-Nya dan mencontohi kekasih-Nya"

"Tidak perlu resah gelisah kerana terlalu memikirkan bila saat pernikahan bakal tiba, tapi fikirkanlah persediaan diri dan iman untuk menghadapi tanggungjawab sesudahnya."

"Pernikahan itu tidaklah semudah yang disangka, namun tidaklah mustahil asalkan diri sentiasa cuba bersedia menghadapinya, dengan niat utama untuk meraih keredhaan-Nya."

 “Perempuan yang jahat untuk lelaki yang jahat dan lelaki yang jahat untuk perempuan yang jahat, perempuan yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk perempuan yang baik.” (an-Nur’:26)

kerana semuanya sudah tertulis di Luh Mahfuz, rahsia penuh hikmah Maha Pencipta ♥ 

Wednesday, 2 May 2012

kamu yang membahagiakan

wellington zoo 2011


dan benarlah, benarlah
senyuman itu melahirkan kasih sayang
jua kebahagiaan saat diri dihambat sangkaan
kerana jarak yang memisahkan
kerana masa yang membezakan

kamu dan kamu
yang tiada dapat aku temu selalu
lantas diri ini kerap bertanya
apa khabarnya di sana
sungguh kesibukan yang menghimpit diri di sini
tiada pernah membuat aku lupa
akan kehadiran istimewa kamu tiap masa
dalam ruang hati yang berbunga saat melihat senyuman bahagia
kamu, walau hanya tersimpan dalam memori semata


queenstown april 2012


kamu dan kamu yang membahagiakan
saat diri ini dilanda seribu kerisauan
dan kerana detik pertemuan seterusnya
tiada dapat aku bayangkan 
bila dan di mana tertulisnya 
namun doa buat kamu 
tidak pernah putus-putus aku kirimkan
agar kamu terus melakar bahagia
walau ada saatnya kesedihan datang mengukir kelibatnya

buat kamu
teruskan hidup ini dengan percayakan rahmat-Nya
yakinlah tiap nafas dan ketentuan itu
ada hikmah tersembunyi
yang cuma Maha Pencipta mengetahuinya
dan ketahuilah 
aku di sini tiada pernah lupa
akan senyuman kamu yang membuat diri ini
mekar berbahagia.
moga Allah merahmati kamu;
kamu  adalah keluarga, sahabat dan saudara yang aku sayangi kerana-Nya.
Alhamdulillah atas segalanya.

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri."
Al-Hadid 22 & 23


wellington zoo 2011





Sunday, 22 April 2012

coretan musafir bahagian I

little souvenirs for the trip


Alhamdulillah, diri ini masih diberi peluang untuk hadir di sini, menulis coretan yang tidak seberapa buat tatapan kamu, pembaca yang dikasihi. Jujurnya tiada aku tahu harus mulakan di mana kerana saat ini terlalu banyak yang berlegar di minda. Atau mungkin harus ku cerita, bagaimana keindahan alam ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa itu telah mengajar aku nilai ukhuwwah yang terlalu berharga. Ukhuwwah yang dibina atas dasar keimanan, dan serendah-rendah ukhuwwah itu sendiri adalah berlapang dada.

Sepanjang perjalanan merentas hampir ke seluruh New Zealand dua hari lalu, diri ini sangat sangat teruji dengan ujian yang menuntut kesabaran dan sikap berlaapang dada. Nyatanya perjalanan ini bukanlah seindah dan sesempurna yang disangka. Diuji dengan kelemahan diri, diuji dengan pelbagai cubaan dan halangan yang pada akhirnya aku belajar lagi untuk terus mematangkan diri, dan saat aku sering bertanya, jika aku benar sayangkan sahabat ini kerana Allah, pengorbanan itu sudah tentulah suatu kemestian. Liku  dan pahit perjalanan ini jua ibarat berlikunya laluan yang harus kami tempuh beribu batu. Tapi kemanisan itu tetap ditemui di penghujung jalan, seperti jua hikmah atas tiap kejadian yang ada kala tiada mampu manusia mengungkapnya. 

cari ayat cinta dari Allah untuk tenangkan diri (:


Berlapang dada dengan perbezaan pendapat antara saudara sesama Islam. Memang aku akui diri ini sendiri sedang bermujahadah untuk cuba mendengar dan menghalusi pendapat sahabat sendiri, walau ada kala diri ini merasa begitu terhiris sekali. Berlapang dada itu adalah redha dengan apa jua pendapat yang membawa kebaikan buat semua, walau ada kala bercanggah sama sekali dengan pendapat sendiri. Berlapang dada apabila kemahuan kita tiada mampu orang lain tunaikan, kerana mereka juga manusia biasa. Ianya memang tidak semudah yang dikata, tetapi percayalah atas sikap berlapang dada dengan kesalahan orang lain, dan memberi kemaafan walau pada saat ia tiada diminta, itulah saat anda sedang diuji keimanan oleh-Nya. Sejauh mana diri kita mampu mengorbankan ego, juga meneguhkan kesabaran untuk terus menjernihkan keadaan dengan berlapang dada?

Percayalah saudara, jika sikap berlapang dada itu kita didik seawal usia, mungkin banyaknya manusia hari ini tidak akan haloba mementingkan diri. Percayalah dunia ini tidak akan seperti hari ini, kerana seseorang itu tidak akan berfikir untuk kebaikan dirinya sahaja, malah memikirkan kebaikan buat orang di sekelilingnya. Subhanallah, begitu tinggi nilai untuk berlapang dada. Hanya kerana satu sikap yang terpuji ini, banyak perkara negatif yang dapat kita hindari.

Bayangkan saat sahabat kita datang menguji kesabaran, atau salah faham atas keadaan, lantas sikap berlapang dada kita adalah dituntut agar ia tidak berubah menjadi pertengkaran, membuahkan permusuhan atau menimbulkan apa-apa fitnah yang tiada mampu kita bayangkan akibatnya kelak. Sungguh berlapang dada itu memang tidak semudah dikata, tapi hakikatnya aku sebagai hamba masih mencari cara untuk kuat dan belajar erti redha.

[21:35] "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai ujian (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan."

Dan benarlah akhlak yang baik, berlapang dada, sabar dan redha atas segala ketentuan Allah itu tidak akan lahir tanpa adanya iman dalam diri. Iman itulah sumber yang membentuk akhlak diri kita, yang menjadi cermin kepada setiap tingkah laku kita. Lantas, iman yang terjaga itulah melahirkan hati yang bersih lalu terpancar melalui kata-kata dan perbuatannya tiap masa. Pesan aku pada diri, perjuangan mencontohi Rasulullah s.a.w. sebagai sumber inspirasi hidup ini, tidak boleh berhenti selagi diizinkan Tuhan untuk bernafas di bumi milik-Nya ini.

Ayuh, kuatkanlah iman, peliharalah hati dengan zikrullah, moga dengan izin-Nya, kita mampu terus melangkah mendekatkan diri kepada-Nya.

Salam dari bumi Wellington hari terakhir cuti easter,
FarahFareen.


kemanisan dihujung perjalanan. Cathedral Cove, Coromandel 20042012


Thursday, 29 March 2012

nukilan buat Adam dan Hawa

Wahai kaum Adam yang dimuliakan kerana Allah
juga kaum Hawa yang dicintai kerana-Nya
tiada aku mampu mengukir bicara sempurna
untuk menulis nukilan ini buat hati-hati kamu
yang hanya Allah Maha Mengetahui memegangnya


Wahai kaum Adam
di saat kaum Hawa cuba menjauhkan diri
usahlah disalah tafsirkan niatnya yang tersembunyi
jangan mudah kau tafsirkan
pada kaum Hawa
sebagai kesombongan atau egonya diri
mungkin saja kaum Hawa
khuatir akan lemahnya iman diri mereka
juga iman kamu wahai kaum Adam
saat dia meluah bicara
saat dia mengalunkan suara


Wahai kaum Adam
syaitan itu tiada pernah henti menggetarkan hatimu
membisik seribu panahan nafsu
dan kerana itu kaum Hawa
adakala berusaha teramat
berharap agar kamu cuba memahami kondisi dirinya
tiada terlintas di hatinya menjadi fitnah buatmu
wahai kaum Hawa
auratmu yang ditutup sempurna
bicara yang tidak dilunakkan suaranya
batas pergaulan yang terjaga
itulah bantuan berharga buat kaum Adam 
agar tiada terlintas 
fitnah di hatinya


maaf buat kaum Adam
jika kamu benar mengerti 
betapa resah dan gelisahnya diri kaum Hawa itu
saat kamu memerhati
saat kamu cuba mencari kesempurnaan pada dirinya
ketahuilah kaum Adam
mereka juga insan biasa
yang tiada terlepas dari perangkap nafsu dan godaan dunia
kami merayu kamu kaum Adam
hormatilah kami
sebagaimana kehidupan Rasulullah menjadi inspirasi
buat aku dan 
kamu,

~Kaum Adam dan Hawa yang diciptakan untuk saling melengkapi kerana mencari redha-Nya.

Firman Allah s.w.t maksudnya : "Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang lelaki yang beriman supaya mereka menundukkan pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka sesungguhnya Allah Amat Mendalam PengetahuanNya tentang apa yang mereka kerjakan". 

"Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menundukkan pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya". (Surah an-Nur ayat 30-31)